Yoga's

Portfolio
Rudhy Amir saat diganyang oleh segerombolan polisi tak bermoral, saat aksi 15 Agustus 2017 lalu.
Aksi "New York Agreement 1962, Jalan Aneksasi Ilegal Indonesia atas Papua". Foto: Istimewa
Orang ini selalu nongol di beranda pesbukku. Aku dan kawan-kawan di Bandung pernah bikin riset asal asalan tentang dia. Berangkat dari pertanyaan, "Berapa sering Rudhy Pravda bikin status atau posting di pesbuk?". Dulu nama pesbuknya Rudhy Pravda sebelum jadi Rudhy Amir. Hasil riset asal asalan kita mengatakan bahwasannya Rudhy Amir/Pravda bikin postingan sekitar 2 jam sekali jika dirataratakan dalam waktu 24 jam.

Menjadi pertanyaanku juga, kenapa nama Pravda diubah jadi Amir di belakang nama Rudhy. Tapi pertanyaan itu nanti dulu, kembali lagi ke pertanyaan penting di paragraf awal. Kenapa ini menjadi pertanyaan penting? Karena Rudhy Amir bagai hantu, sangat populer di kalangan kita di Bandung, tapi kita semua belum pernah ketemu. Dia selalu hadir ke kesadaran kita lewat postingannya yang selalu nongol di beranda pesbuk kita.

Waktu itu, kami sempat berpikir, jangan jangan Rudhy Pravda memang hantu, ia sosok imajiner, seperti dugaan banyak orang terhadap Socrates. Socrates adalah sosok imajiner yang dibikin oleh Plato buat berbicara tentang pemikiran moral Plato. Tapi buru buru pikiran jahat itu dibantah oleh Barra Pravda, yaitu kolega Rudhy Amir, yang dulu sempat pelesiran ke Ternate bertemu Rudhy Pravda yang sejati.

"Hey kalian, jangan ngawur, Rudhy Pravda benar benar ada, ia sesosok manusia juga sama seperti kita, menubuh, mendarah dan daging, ia nyata, konkrit", begitu kira kira bantahan Barra Pravda terhadap kita, kalo mau dilebih lebihkan. Untuk sementara kami percaya, walau belum melihat dengan mata kepala sendiri, walau belum berinteraksi langsung.

Singkat cerita akhirnya kami ketemu, di sebuah rumah yang wc-nya mampet. Tiga hari dua malam saja kawan. Tapi, Momon, Wisnu, Nanang, Chandra sudah duluan ketemu dia di sebuah acara yang sangat sangat dirahasiakan. Kawan-kawanku itu semua sepakat, Rudhy Pravda lucu orangnya. Tidak, aku belum mau bersepakat, Aku pingin ketemu dia.

Selama masa penantianku itu, aku selalu ngelike statusnya, ngeshare postingannya, dan kasih komentar ke postingannya, "Hormat diberi, sayang". Begitu pun dia terhadap status dan postinganku. Kami ketemu di lantai dua, pada sebuah rumah yang wc-nya mampet. Bahagia rasanya, akhirnya bisa ketemu dia. Meski pertemuan ini sebetulnya tak diduga duga dan direncanakan.

Ingin memeluk dia rasanya, tapi malu. Akhirnya kufoto saja dia, fotonya lalu kukirim ke kawan kawan di Bandung, "Ooh ini rupanya Rudhy Pravda itu". Rudhy pada waktu itu senyum tuluss ke kamera ponselku, tidak cool, tidak garang, namun aku ingin tertawa terbahak bahagia.

"Rudhy kenapa kau belum pulang ke Ternate?"
"Gak punya ongkos balik ke Ternatenya, mending dibeliin buku duitnya"
"Yaudah jadi Kolnas aja, diem di Jakarta, temenin Sam dan Rahman yang jomblo"

Rudhy rupanya gak punya ongkos buat pulang ke Ternate, setelah acara yang sangat dirahasiakan itu usai.

Pertemuanku dengannya dibatasi waktu, aku harus pulang ke Bandung membawa banyak cerita tentang Rudhy yang berani, tentang daerah Rudhy yang didominasi olah orang orang fasis, di sana tidak ada LBH, tidak ada jurnalis yang melawan, ada banyak tentara dan polisi yang suka maen gebuk-ringan tangan, main intimidasi serta main tangkap, tapi Rudhy dkk tidak serak, parau apalagi bisu dalam hal menyuarakan pembebasan bangsa Papua yang sedang ditindas namun melawan.

Beberapa hari kemudian, 15 Agustus 2017 tepatnya, di dunia maya beredar foto foto Rudhy sedang diganyang polisi layaknya uang kertas yang diperebutkan dua atau lebih anak kecil. Sedih lihatnya, ingin berteriak dan menolong Rudhy bak malaikat yang tiba tiba turun dari langit. Namun apa daya, aku hidup di dunia nyata, di mana mendapatkan kebenaran tidak cukup dengan doa, atau meratap di punggung aparat.

Pantas saja hari itu sepi, tanpa kehadiran postingan Rudhy di beranda pesbukku, rupanya ia sedang baku hantam dengan polisi, baku debat di kantor polisi. Hari itu aku berteriak di dalam hati, "hantu Rudhy cepat kembali !!!!!!!"

Previous PostPostingan Lama Beranda