Bukankah selama ini yang namanya teologi selalu tidak membebaskan? Teologi selama ini dikategorikan sebagai dasar-dasar ilmu agama. Sebab ia membahas ajaran-ajaran dasar suatu agama. Jika seseorang ingin mempelajari seluk beluk agamanya secara mendalam, maka perlu mempelajari teologi yang terdapat dalam agama yang dianutnya. Karena mempelajari teologi akan memberi seseorang keyakinan-keyakinan yang berdasarkan pada landasan kuat, yang tidak mudah diombang-ambing.

Dalam istilah Arab ajaran-ajaran dasar itu disebut Usul al Din dan oleh karena itu buku yang membahas soal-soal teologi dalam Islam selalu diberi nama Kitab Usul al Din oleh para pengarangnya. Teologi dalam Islam disebut juga ‘ilm al-tauhid. Selain itu, teologi Islam disebut juga ‘ilm al-kalam. Kalam adalah kata-kata. Maka tak heran jika teolog dalam Islam disebut juga mutakallim.

Teologi Islam yang umum kita dapatkan biasanya dalam bentuk ilmu tauhid. Ilmu tauhid biasanya memberi pembahasan sepihak dan tidak mengemukakan pendapat dan faham dari aliran-aliran atau golongan-golongan lain yang ada dalam teologi Islam. Pada umumnya ialah ilmu tauhid menurut aliran Asy’ariah, sehingga timbullah kesan di kalangan umat Islam Indonesia, bahwa inilah satu-satunya teologi yang ada dalam Islam.

Teologi Asy’ariah adalah teologi yang diusung Abu al-Hasan ‘Ali Ibn Isma’il al-Asy’ari. Teologi ini mendapat angin segar setelah khalifah al-Mutawakkil membatalkan putusan khalifah al-Ma’mun tentang penerimaan aliran Muktazilah sebagai teologi resmi dinasti Abasiyyah, di samping itu kedudukan kaum Muktazilah mulai menurun, ditambah al-Mutawakkil menunjukan sikap penghargaan dan penghormatan terhadap diri Ibn Hambal. Ibn Hambal adalah pemuka agama yang berpegang teguh pada hadits, yang dengannya Teologi Ay’ariah bersinergis. Ia adalah seteru utama kaum Muktazillah di masa itu. Abu al-Hasan ‘Ali Ibn Isma’il al-Asy’ari pendiri aliran Asy’ariah mulanya adalah pengikut aliran teologi Muktazilah. Yang kemudian keluar dan menyusun teologi baru yang sesuai dengan aliran orang yang berpegang teguh pada Hadits.